Ads 368x60px

SEMANGAT MENULIS KATA

Selasa, Februari 17, 2009

A bout love

“ love is not something, but only some living plan because life without the plan is useless, and the idea without love would die”.
Cinta sebuah kata yang mempunyai sejuta makna dan rasa, cinta bagaikan cita-cita, jika hidup tanpa cita-cita tidak akan ada gunanya. Mengapa harus ada cinta?......... karena tidak seorangpun di muka bumi ini yang tidak butuh cinta, entah itu cinta kepada orang tua kita, keluarga, guru, teman-teman dan ehm……, orang yang mengasihi kita.
Tapi jangan sampai luntur cinta kita kepada Allah SWT. dan Rosul-NYA. Karena cinta yang suci dan hakiki ialah cintanya sang khaliq.
Bicara soal cinta memang diakui mampu membangkitkan semangat hidup, jujur saja dech, kalau kamu disuruh ngomongin cinta, pasti tidak ada matinya. Hidup tanpa cinta bagai taman tidak berbunga, begitulah kata pujangga.
Sebenarnya cinta itu murni dan tulus, tapi sebagian dari kita yang menyalahkan makna dan penggunaan yang sesungguhnya, maka tidak banyak jatuh korban karena cinta, misalnya; kisah cinta kepada lawan jenis yang ternyata tidak selalu indah dan menyenangkan, tapi juga tidak banyak yang berhasil mewujudkan perdamain dengan adanya ketulusan cinta. Namun tidak sedikit orang mati gantung diri atau nenggak obat serangga gara-gara cinta ditolak. Yach kalau bunuh diri sich urusan di dunia sudah beres walau di akhirat kelak tidak taulah diapakan sama malaikat. Mungkin tidak sampai bunuh diri alias kehilangan akalnya gara-gara putus cinta misalnya, dunia terasa gelap, memuakkan dan nyesalnya ampun-ampunan.
Maka dari itu ingat kata pepatah “cintailah kekasihmu sekedarnya saja, karena sewaktu-waktu akan jadi musuhmu dan bencilah musuhmu sekedarnya saja karena sewaktu-waktu akan menjadi kekasihmu”.
Karena itu kalau virus cinta menyerang, harus hati-hati jangan hanya berfikir yang penting happy dan senang!. Coba camkan berapa banyak manusia yang menjadi tumbal cinta? Kalau ada orang mengatakan bahwa cita itu buta, memang tidak salah-salah amat, karena Nabi Saw. pernah bersabda: “cintamu pada sesuatu membuat buta dan tuli” (H.R. Turmuzdi).
Nah supaya tidak terjebak dalam tipu daya cinta, sebaiknya pintar-pintar membedakan antara cinta sejati dan kebutuhan jasmani. Cinta sejati merupakan perwujudan dari nalluri mempertahankan insting kemanusaan. (Al-ghozali).
Sedang kebutuhan jasmani, kebutuhan mutlak dipenuhi, seperti makan kerena lapar, minum karena haus dan lain sebagainya. Sementara naluri termasuk cinta lawan jenis, pemenuhan tidak mutlak karena itu agar cinta sejati sebagai kebutuhan jasmani yang wajar, tetap terjaga kesuciannya yaitu dengan menjaga hati.
Hati adalah cerminan dari seluruh tingkah laku kita setiap harinya. Dalam sebuah hadist Nabi dikatakan “bahwa ada segumpal darah didalam tubuh manusia yang apabila dia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Tapi apabila dia jelek maka jeleklah seluruh tubuh, dialah hati”.
Masih ingat syair nasyid dari Snada:
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati cahaya ilahi……………
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist Nabi yang mengajarkaan pentingnya menjaga hati. Dalam Q. S Al-Fath: ayat 4: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mungkin disamping keimanan mereka (yang telah ada)”.
Salah satu tokoh pemikir islam imam Al-Ghozali banyak mengupas bagaimana cara agar hati tetap terjaga dan terhindar dari penyakit munuju pribadi yang shalih (shalihah) dan suci.
Untuk menjaga kesucian cinta yang lain yaitu: jaga pandangan, mata adalah salah satu anggota tubuh yang menjadi pintu gerbang kemaksiatan, memang tidak salah orang naksir lawan jenis bisa jadi setelah memandangnya. Sebagaimana dalam Q.S An-Nur: ayat: 30-31: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluan………”
Cinatailah kekasihmu selamanya, namun Tuhan jualah yang harus menumpahkan rasa kasih dan cintamu selama kau hidup dan mati.
“Love your darling forever but oonly god that has given his love during you life and die”
( penulis adalah lulusan UIN Malang \ Atim Qosdiayah )

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini